You are here: Home - Blog - Selamat Hari Ibu

Selamat Hari Ibu

Posted by on December 22nd, 2011 with 0 Comments

Hari ini, seluruh umat manusia terutama anak-anak di dunia merayakan hari ibu yang jatuh pada 22 Desember 2011. Hari di mana setiap anak mengungkapkan rasa cinta dan kasih sayangnya kepada sang ibunda yang telah melahirkan dan juga membesarkan mereka sampai menjadi orang yang berguna bagi agama, nusa dan bangsa. Berbagai macam cara dilakukan oleh sang anak untuk mengungkapkan rasa cinta serta kasih sayangnya kepada sang ibunda, di antaranya dengan memeluk, mengecup kedua tangan, mendo’akan agar diberikan kesehatan dan juga keselamatan oleh Allah, memberikan kado/hadiah, mengajak jalan-jalan, memasak makanan kesukaan dan lain sebagainya. Seluruh kegiatan yang dilakukan oleh sang anak sudah tentu bertujuan untuk menyenangkan hati sang ibunda sebagai ungkapan rasa cinta dan terima kasih yang mendalam karena beliau telah mendidik dan membesarkan kita dengan baik.

Sebelum melanjutkan tulisan, aku ingin mendedikasikan tulisan ku ini kepada seluruh ibu yang ada di muka bumi ini, yaitu kepada ibu-ibu tangguh, hebat dan luar biasa yang telah melahirkan, mendidik, memberikan cinta dan kasih sayang kepada anaknya yang tulus tanpa mengharapkan imbalan atau balas jasa. Ibu yang selalu mengingatkan anaknya siang-malam jika berbuat salah, yang selalu memaafkan semua kesalahan anaknya sebelum sang anak meminta maaf, yang selalu mendekap dan memberikan motivasi kepada anaknya jika sang anak sedang bersedih dan lain-lain. Tulisan ku ini tidak aku dedikasikan untuk para ibu yang tidak mencintai anaknya, menjual bayinya, menjual keperawanan anaknya, menyiksa anaknya, menelantarkan anaknya dan lain lain, walau dengan alasan apapun juga. Titik…!!!

Bagi ku, sosok sang ibu adalah seorang yang begitu mulia yang patut untuk aku hormati, cintai dan aku kasihi. Tidak peduli, apakah itu ibu kandung, ibu angkat, ibu tiri, ibu mertua dan ibu-ibu lainnya. Di mata ku, semua ibu itu sama saja dan bukan dibedakan dari status biologis atau tidak, semuanya sama-sama memiliki gelar yaitu “IBU”. Walau banyak orang bilang bahwa, rasa cinta kita harus lebih besar kepada ibu kandung ketimbang ibu-ibu lainnya. Menurut ku, statement ini salah, kenapa? Iya, karena ibu-ibu yang lainnya juga memiliki level dan peranan yang sama seperti ibu kandung. Sebagai contoh, peranan ibu kandung dengan ibu tiri, bagi ku mereka adalah sosok wanita yang telah sah menjadi istri sang ayah dan mendapatkan perlakuan yang sama dari sang ayah. Kenapa kita selaku sang anak malah membeda-bedakannya. Bukankah ibu tiri adalah istri sah dari sang ayah yang wajib kita hormati dan kita sayangi selayaknya ibu kandung kita?

Bahkan, sampai saat ini pun banyak sekali orang yang mengatakan bahwa ibu tiri adalah wanita yang sangat tidak bersahabat dan sangat kejam. Suka memukul, menyiksa dan tidak pernah mencintai anak tirinya. Hah? Hari gini masih aja percaya yang begituan? Kayaknya sebagian orang yang percaya dengan hal ini adalah korban tontonan film “KEJAMNYA IBU TIRI” yang pernah diputar di salah satu stasiun televisi. Believe or not, tidak semua ibu tiri itu jahat dan tidak semua ibu tiri itu tidak mengasihi dan mencintai anak tirinya dengan tulus selayaknya anaknya sendiri. Banyak kasus yang saya temukan sehari-hari, ternyata masih ada juga ibu tiri yang baik dan mencintai anak tirinya dengan tulus tanpa mengharapkan balas jasa. Bahkan saya pernah menemukan sesosok ibu tiri yang mencintai anak tirinya melebihi cinta dan kasih sayang yang diberikan oleh ibu kandungnya sendiri. Mengenai cerita tersebut, tidak mungkin saya paparkan satu demi satu pada tulisan kali ini karena kisahnya sangat panjang.

Ibu angkat juga tidak boleh dilupakan begitu saja, kadangkala sosok ibu angkat juga sangat berperan dalam mendidik sang anak untuk menjadi lebih baik. Banyak kisah yang bisa kita saksikan di acara “Kick Andy di Metro TV”, tentang peranan sang ibu angkat dalam mendidik, membesarkan, memberikan pelajaran kepada sang anak mulai dari masih kecil sampai ia dewasa tanpa mengharapkan imbalan dan juga balas jasa. Ibu angkat melakukannya dengan tulus atas dasar cinta dan kasih sayang kepada sang anak dengan harapan di masa yang akan datang sang anak mampu lebih baik dari dirinya. Jujur, kadang-kadang sering air mata saya berlinang jika menyaksikan acara “Kick Andy di Metro TV” karena semua pesan yang di sampaikan oleh narasumber sangat sarat akan nilai positif yang jarang saya temukan dimana pun juga.

Ibu ku adalah sosok wanita yang hebat, ia mampu bertahan menjalani hari-harinya sejak ayah ku berpulang ke rahmatullah pada tanggal tahun 2004 silam. Beliau mampu menggantikan peran ayah dalam membimbing dan mengayomi ku untuk terus bersekolah sampai aku menginjakkan kaki di bangku pascasarjana seperti sekarang ini. Ia tidak pernah putus asa untuk mendidik ku agar menjadi orang yang berhasil yang bisa berguna untuk diriku sendiri dan juga untuk orang lain. Dari mata ibu, aku bisa melihat dan merasakan bahwa beliau tidak pernah merasa menyesal menikah dengan almarhum ayah ku. Beliau terlihat bahagia menjalani hari-harinya bersama ku dan juga adik laki-laki ku. Iya, di rumah itu hanya ada Ibu ku, aku dan juga adik laki-laki ku yang bersama Rizal Fahmi dan saat ini sedang bersekolah di tingkat menengah atas. Namun, karena aku sedang berada di kota Yogyakarta, di rumah itu hanya tinggal ibu dan juga adik laki-laki ku saja. Insya Allah awal tahun depan aku akan pulang kampung untuk berkumpul lagi bersama keluarga besar ku tercinta di Kutablang-Bireun.

Untuk mengungkapkan rasa cinta dan kasih sayang ku kepada ibu di Kutablang-Bireun, aku hanya bisa mendoakan beliau semoga Allah melimpahkan rahmat, memberikan umur panjang, kesehatan dan juga keselamatan kepada ibu ku tercinta. Aku tidak dapat, mengecup kedua tangannya serta memberikan hadiah/kado kepada ibu karena saat ini aku sedang jauh dari kampung halaman. Hanya do’a yang bisa aku persembahkan kepada ibu ku tercinta semoga Allah SWT mengabulkan seluruh do’a ku ini. Kadang kala, aku merasa berdosa karena terlalu lama meninggalkan beliau sendirian di kampung halaman. Aku ingin bisa selalu berkumpul bersama-sama dengan ibu ku Manawiyyah dan juga adik laki-laki ku Rizal Fahmi sambil makan bersama seraya bercanda dan juga tertawa di atas meja makan. Itulah saat-saat yang sangat aku rindukan di kala aku sedang berada di kota besar yang penuh dengan hiruk pikuk yang tiada akhirnya.

Terima kasih ibu, engkau telah membuktikan bahwa dirimu adalah ibu terbaik yang pernah aku miliki. Engkau selalu menyayangi ku, selalu mencintai ku, selalu mengasihi ku dengan tulus tanpa mengharapkan balas jasa. Terima kasih ya Allah, Engkau telah memberikan ibu terbaik untuk diriku dan telah merestui almarhum ayah ku untuk menikahinya atas nama-Mu. Terima kasih ayah, engkau memang pria sejati yang mampu memilih wanita terbaik untuk mendampingi anak-anak mu. Terima kasih ku ucapkan untuk seluruh ibu terbaik di muka bumi ini, semoga Allah SWT selalu memberikan yang terbaik untuk kalian semuanya. Salam hormat dan takzim ku untuk seluruh ibu yang tangguh dan juga hebat di seluruh penjuru dunia. Wassalam.

//Jogja, 22 Desember 2011

Leave a Reply


two + = 6