You are here: Home - Blog - Napak tilas P2M di pedalaman Jantho Part II

Napak tilas P2M di pedalaman Jantho Part II

Posted by on October 6th, 2011 with 1 Comment

Perhatian : Judul postingan  ”Napak Tilas P2M di Pedalaman Jantho Part II” ini menyambung cerita sebelumnya yang telah saya posting pada halaman ini. Sebaiknya baca terlebih dahulu postingan “Napak Tilas P2M di Pedalaman Jantho Part I” tersebut agar tidak kalang kabut membaca postingan selanjutnya di bawah ini. Heuheuheu :D

Tidak lama kemudian, muncul beberapa anak-anak laki-laki yang masih berumur sekitar 10- 12 tahun (masih SD) yang datang membawa bola. Mereka berjalan menuju padang rumut yang letaknya tidak jauh dengan Mesjid. Hemm, saya pun langsung bangkit dari peristirahatan menuju padang rumput dan tanpa basa basi saya menantang mereka untuk bermain bola. Heuheuheu, usulan saya langsung di respon positif oleh anak-anak kecil tersebut dengan penuh semangat mereka memposisikan saya sebagai penjaga gawang. Akhirnya, saya pun bermain bola dengan anak-anak SD yang umurnya jauh berada di bawah saya.

Melihat saya yang sedang bermain bola dengan anak-anak SD tersebut, beberapa mahasiswa baru dan juga panitia P2M lainnya datang menghampiri dan bergabung bersama kami bermain bola. Melihat lawan yang tidak seimbang karena mahasiswa melawan anak SD akhirnya kami menyusun tim ulang. Setiap tim diisi oleh beberapa panitia P2M, mahasiswa baru dan juga anak SD, sehingga diharapkan akan mendapatkan perlawanan yang seimbang.

Tidak lama kemudian, pertandingan sepak bola pun harus diakhiri karena waktu hampir menjelang senja. Sebagian di antara rombongan P2M perempuan mulai mandi dengan menumpang di rumah-rumah penduduk setempat yang jaraknya tidak jauh dari Mesjid. Sedangkan para laki-laki mandi di Mesjid dengan menimba air di sumur secara bergiliran (antri). Hanya berselang waktu 1 jam, kami pun melaksanakan shalat Magrib secara berjamaah di pimpin oleh Imum Mesjid.

Setelah melaksanakan shalat para rombongan P2M bergerak menuju tenda penginapan dengan ditemani oleh 2 orang dari warga kampung setempat. Mereka menemani kami bukan tanpa alasan, karena di hulu sungai tersebut letaknya cukup jauh dari pemukiman penduduk dan juga di sekitar tempat tersebut sering muncul binatang buas seperti harimau. Oleh karena itu, kedua warga kempung tersebut menemani kami menginap di hulu sungai dengan membawa perlengkapan senjata tajam seandanya seperti tombak, pisau dan juga parang. Kami menyusuri jalan setapak ke hulu sungai dengan bermodalkan senter dan juga obor api untuk menerangi jalan.

Sesampai di tenda penginapan, para rombongan langsung mengidupakan beberapa api unggun untuk menerangi lokasi dan juga berguna untuk mengusir binatang buas. Tenda para rombongan laki-laki dan perempuan dibuat terpisah serta dijaga oleh setiap instruktur dan juga pantia P2M. Hampir seluruh rombongan para malam itu tidur di dalam tenda, namun ada sebagian yang tidak tidur dan berjaga-jaga di sekitar lokasi tenda. Tugas jaga malam itu dilaksanakan oleh panitia keamanan P2M, beberapa orang instruktur (termasuk juga saya) dan juga di temani oleh 2 orang warga kampung setempat. Alhamdulillah, malam itu seluruh rombongan bisa menginap dengan aman dan nyaman. Tidak terlihat tanda-tanda munculnya binatang buas di sekitar tenda penginapan, walau sesekali terdengar lolongan anjing dari arah pegunungan.

Tidak terasa malam pun berganti dengan pagi dan semua rombongan mulai terlihat mempersiapkan diri untuk mandi di hulu sungai. Para laki-laki mandi agak jauh dari lokasi tenda penginapan, sedangkan para perempuan hampir semuanya tidak mandi karena suhu air sungai yang begitu dingin sampai menusuk tulang. *hallah lebay banget kata-katanya*. Beberapa panitia P2M lainnya terlihat mencuci muka dan menggosok gigi saja, kemudian mereka jalan-jalan di sekitar sungai sambil berfoto bersama dengan para mahasiswa baru dan juga dosen. Suasana pada pagi itu begitu menyenangkan, apalagi ditemani oleh kicauan burung yang datang dari segala penjuru.

Tidak lama kemudian, para rombongan perempuan menyiapkan segala peralatan untuk berangkat ke pemukiman penduduk, sedangkan para laki-laki bertugas untuk merubuhkan tenda-tenda dan melipatnya dengan rapi. Seluruh rombongan, kemudian berangkat ke pemukiman penduduk tepatnya ke Balai Desa yang letaknya bersebelahan dengan Mesjid. Para rombongan di bagi ke dalam dua tim, yaitu Tim I terdiri dari perempuan dan tim II terdiri dari laki-laki. Tim pertama akan membantu para panitia untuk mempersiapkan peralatan yang akan dibutuhkan dalam kegiatan penyuluhan dan sosialisasi kepada para undangan. Tim kedua bertugas untuk membantu para warga masyarakat yang akan bergotong royong memperbaiki beberapa bagian Mesjid yang terlihat telah rusak dan juga melakukan pengecetan kembali Mesjid tersebut.

Priorotas bakti sosial pada hari kedua lebih menitikberatkan pada penyuluhan dan sosisalisasi kepada Bumil (Ibu Hamil) serta perempuan yang telah berumur 17 tahun ke atas. Selain itu, khusus bagi para laki-laki melakukan kegiatan gotong royong bersama warga masyarakat. Kegiatan penyuluhan dan sosialisasi dilaksanakan oleh staf Dinas Kesehatan Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam (Dinkes Prop NAD), dosen pengampu mata kuliah Reproduksi, mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Aceh angkatan 2004 yang dominannya telah bertugas sebagai Bidan Desa (Bides) di Kota Banda Aceh dan Aceh Besar. Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan pemeriksaan dan pengobatan gratis kepada para ibu hamil (Bumil).

Kegiatan penyuluhan dan sosialisasi tersebut berjalan dengan lancar. Terlihat para peserta yang hadir sangat antusias dalam mengajukan pertanyaan dan tidak merasa malu-malu (tabu). Menurut masyarakat awam, jika membahas mengenai “reproduksi” sudah tentu menjadi suatu hal tabu dan tidak patut untuk diperbincangkan. Namun, karena yang melaksanakan penyuluhan dan juga sosialisasi adalah orang-orang yang berpengalaman dari Dinkes NAD, dosen dan juga bides, kata tabu “reproduksi” tersebut langsung menjadi suatu tema yang sangat menarik dan layak untuk diperbincangkan kepada seluruh undangan yang hadir.

Alhamdulillah, penyuluhan dan juga gotong royong bersama dengan warga masyarakat sekitar dapat terlaksana dengan baik sesuai dengan yang diharapkan. Seluruh aktivitas pada hari itu di tutup dengan acara lomba sikat gigi bagi anak-anak yang masih duduk di bangku kelas I sampai IV Sekolah Dasar dan juga Madrasah Ibtidaiyah Negeri. Dalam lomba tersebut dimenangkan oleh anak Bapak Kepala Desa yang berhasil menyikat gigi dengan baik dan benar. Selain itu, ada juga pertunjukan humor yang ditampilkan oleh beberapa anak-anak SD yang berhasil mengocok perut seluruh warga dan juga rombongan P2M.

Setelah semua kegiatan berakhir, para rombongan P2M mohon izin pamit kepada seluruh warga masyarakat dengan bersalam-salaman di halaman Mesjid. Rasa haru menyelimuti proses perpisahan tersebut, bahkan ada juga yang terlihat menitikan air mata serasa tak ingin berpisah dengan warga masyarakat yang telah ramah menerima kami selama 2 hari. Namun, kami harus segera kembali ke Kota Banda Aceh karena esok hari seluruh rombongan harus melaksanakan kegiatan perkuliahan di kampus Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhamadiyah Aceh.

Beberapa mobil truk yang menjemput para rombongan P2M kemarin telah menunggu di sekitar Mesjid. Seluruh rombongan P2M langsung naik ke truk tersebut sambil melambaikan tangannya kepada warga masyarakat yang masih berdiri di halaman Mesjid. Tidak ingin rasanya kami berpisah dengan keramahtamahan warga masyarakat, suasana sejuk daerah pedalaman dan juga pengalaman berharga bisa tinggal di daerah yang jauh dari keramaian kota. Namun, inilah secuil kisah selama melaksanakan P2M bersama mahasiswa baru angkatan 2007 Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Aceh.

One Comment

Leave a Reply


× 3 = three