You are here: Home - Blog - Napak tilas P2M di pedalaman Jantho Part I

Napak tilas P2M di pedalaman Jantho Part I

Posted by on October 6th, 2011 with 2 Comments

Permulaan pembelajaran di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Aceh untuk mahasiswa baru di mulai pada awal semester untuk setiap tahun ajaran baru. Penerimaan mahasiswa baru ditetapkan dari hasil seleksi tes tulisan dan juga wawancara yang dilakukan oleh panitia pelaksanaan dan penerimaan mahasiwa baru Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Aceh. Keputusan mengenai jumlah penerimaan mahasiswa baru tiap tahun ajaran baru ditetapkan berdasarkan jumlah porsi/kursi yang tersedia.

Setiap mahasiswa baru yang telah dinyatakan lulus di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Aceh harus melaksanakan suatu prosesi khusus yang dinamakan dengan SIKMABA (Silaturrahmi dan Keakraban Mahasiswa Baru), P2M (Pengalaman dan Pengabdian Masyarakat) dan juga Peusijuek/peresmian. Seluruh prosesi ini dilaksanakan selama 7 hari penuh, yaitu SIKMABA selama 3 hari, P2M selama 2 sampai 3 hari dan yang terakhir Peusijuek selama 1 hari.

Pada kesempatan kali ini saya berbagi cerita dan juga pengalaman selama melaksanakan P2M bersama dengan adik-adik mahasiswa baru Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Aceh pada tahun 2007 di pedalaman Kota Jantho (mohon maaf, saya lupa nama desanya). Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan selama 2 hari yang diikuti oleh ratusan mahasiswa baru angkatan 2007, puluhan panitia P2M dan juga beberapa dosen pengawas kegiatan.

Rombongan P2M menuju  pedalaman Kota Jantho dimulai pada pukul 09.00 WIB dengan menggunakan beberapa unit truk, mobile pick up dan juga mobil operasional kampus. Perjalanan menuju pedalaman Kota Jantho ditempuh lebih kurang 1 jam dari Kota Banda Aceh dengan kecepatan rata-rata kendaraan berkisar antara 60 – 80 KM/Jam. Dari Kota Jantho, seluruh rombongan melanjutkan perjalanan dengan menggunakan kendaraan ke salah satu desa yang penjadi priorotas P2M. Tidak lama kemudian, tibalah seluruh rombongan di Mesjid yang menjadi tempat ibadah para warga masyarakat.

Seluruh rombongan disambut dengan ramah oleh kepala desa, sekertaris desa, imum desa dan juga beberapa warga masyarakat. Acara perkenalan dan juga temu sapa dimulai dengan diadakannya pidato dari kedua belah pihak. Pertama-tama, kepala desa menyampaikan kata sambutan dan ucapan selamat datang kepada seluruh rombongan P2M yang akan melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di desa tersebut. Selanjutnya, pihak rombongan yang diwakili oleh Pembantu Dekan menyampikan ucapan terima kasih atas sambutan hangat dari para staf desa dan juga telah memberikan izin kepada para rombongan untuk melaksanakan kegiatan P2M.

Setelah prosesi sambutan yang dilaksanakan di Mesjid setempat, maka tiba saatnya bagi para rombongan P2M untuk mencari lokasi guna mendirikan tenda sebagai tempat tinggal sementara. Akhirnya, setelah penelusuran yang dilakukan oleh beberapa panitia P2M, maka ditemukan lokasi stragetis yang dekat dengan hulu sungai. Namun, untuk menempuh lokasi tersebut para rombongan harus berjalan kaki dan memakan waktu lebih kurang 20 menit. Para rombongan melewati jalan setapak dengan medan yang cukup sulit karena lokasi yang letaknya agak jauh dari pemukiman penduduk. Ada beberapa diantara rombongan yang terluka kakinya karena terkena beling, kawat berduri dan juga gigitan lintah sewaktu berjalan melewati rawa-rawa untuk mencapai lokasi hulu sungai.

Pendirian tenda untuk tempat tinggal sementara para rombongan P2M dibantu oleh beberapa anggota TNI-AD dari Kodam Iskandar Muda yang sengaja datang dari Kota Banda Aceh. Hanya dibutuhkan waktu lebih kurang 20 menit untuk mendirikan seluruh tenda. Setelah mendirikan tenda tersebut, seluruh anggota TNI-AD Kodam Iskandar Muda langsung kembali ke Kota Banda Aceh, sedangkan para rombongan P2M mulai mempersiapkan segala sesuatunya untuk berteduh selama 2 hari di tempat tinggal sementara. Sebagian dari para rombongan P2M laki-laki bertugas untuk mencari kayu bakar sedangkan sebagian lagi para wanita menyiapkan segala perlengkapan untuk kegiatan pengabdian masyarakat.

Hanya berselang waktu lebih kurang 1 jam, seluruh rombongan P2M berkumpul kembali di tenda untuk berangkat bersama-sama  menuju Mesjid tempat kami diterima oleh seluruh staf desa sebelumnya. Kami kembali menempuh perjalanan dengan berjalan kaki mengikuti jalan setapak dan tidak lama kemudian tibalah kami di Mesjid tersebut. Sesampai di sana, kami beristirahat sejenak sambil menunggu makan siang. Kebetulan beberapa panitia konsumsi sedang dalam perjalanan dari kota Jantho dengan menggunakan mobil pickup mengantarkan makan siang untuk para rombongan P2M. Tidak lama kemudian tibalah makan siang yang kami tunggu-tunggu J

Setelah makan siang dan juga shalat berjama’ah, seluruh rombongan mulai melakukan aktivitas sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya masing-masing. Beberapa instruktur mengarahkan seluruh mahasiswa baru untuk membersihkan lingkungan di sekitar Mesjid. Banyak sekali sampah dan juga rumput yang belum dibersihkan. Membersihkan lingkungan di tempat ibadah (Mesjid) merupakan prioritas yang telah kami rencanakan sebelumnya. Beberapa panitia P2M terlihat menuju ke rumah-rumah penduduk untuk menyampaikan undagan untuk penyuluhan dan juga sosialisasi yang akan diselenggarakan esok hari, bertempat di Balai Desa.

Akhirnya tanpa membuang-buang waktu, para mahasiswa baru yang perempuan mulai memegang sapu lidi untuk membersihkan sampah di sekitar Mesjid. Selain itu, beberapa perempuan lainnya dibantu oleh panitia P2M, membersihkan bagian dalam Mesjid dengan mengepel seluruh lantai dan juga membersihkan jaring laba-laba yang terdapat pada langit-langit (loteng) Mesjid. Para mahasiswa baru yang laki-laki menggunakan cangkul dan juga parang untuk membersihkan rumput dan juga memotong beberapa bagian pohon di sekitar Mesjid agar terlihat bersih dan rapi.

Terlihat begitu semangatnya para rombongan melakukan bakti sosial pada hari pertama dengan membersihkan Mesjid yang menjadi tempat ibadah para penduduk sekitar. Tanpa terasa hari telah menjelang ashar, akhirnya seluruh rombongan bersiap-siap untuk melaksanakan shalat ashar berjama’ah di dalam Mesjid yang telah terlihat rapi dan bersih. Para rombongan P2M mulai membersihkan diri dan mengganti pakaian yang telah kotor dengan pakaian yang bersih untuk melaksanakan ibadah shalat ashar.

Setelah melaksanakan shalat ashar, para peserta rombongan beristirahat sejenak di dalam Mesjid sebelum kembali ke tenda penginapan yang terletak di hulu sungai. Terlihat beberapa anak-anak desa yang baru pulang menggembala kambing, sapi dan juga kerbau melintasi jalan. Mereka terlihat begitu polos memandang ke arah kami yang sedang beristirahat dan kami hanya bisa membalas tatapan mereka dengan senyuman.

“Bersambung” di sini

2 Comments

  1. [...] Jantho Part II” ini menyambung cerita sebelumnya yang telah saya posting pada halaman ini. Sebaiknya baca terlebih dahulu postingan “Napak Tilas P2M di Pedalaman Jantho Part I” [...]

  2. [...] Jantho Part II” ini menyambung cerita sebelumnya yang telah saya posting pada halaman ini. Sebaiknya baca terlebih dahulu postingan “Napak Tilas P2M di Pedalaman Jantho Part I” [...]

Leave a Reply


1 × = four