You are here: Home - Blog - Peningkatan Manajemen dengan Penyediaan Tenaga Spesialis

Peningkatan Manajemen dengan Penyediaan Tenaga Spesialis

Posted by on July 17th, 2010 with 0 Comments

Penyusunan project ini saya lakukan bersama dengan teman – teman SIMKES UGM 2008 di Wisma UGM tepatnya di lereng gunung Merapi Kaliurang. Sambil menikmati keindahan alam dan pemandangan di sana yang masih begitu sangat asri, saya dan teman-teman Simkes lainnya tetap melaksanakan tugas yang diberikan oleh dr. Mubasyirir Hasan Basri, MA untuk sesegera mungkin menyusun project pengembangan terhadap “Peningkatan Manajemen dengan Penyediaan Tenaga Spesialis untuk Memininimalisir Angka Kematian Ibu di Propinsi Y”. Mohon maaf sekali, saya tidak dapat menyebutkan nama propinsi dan kabupaten pada project ini, oleh karena itu saya samarkan dengan menggunakan huruf X dan Y.

Lebih praktisnya, akan saya kupas sedikit mengenai project yang telah saya laksanakan bersama dengan temen-teman lainnya yang satu kelompok dengan saya yaitu :

1. dr. Muhamad Albar Gani, MPH (Dinkes Kabupaten Barito Kuala)

2. Anton Ferri, SKM, MPH (Dinkes Kabupaten Karimun)

3. Syamsu Ihsan, S.Kom, SKM, MPH (Batam)

4. Novita Veranita, SKM, MPH (Dinkes Provinsi NTB)

Nah berikut inilah sedikit ulasan mengenai project pengembangannnya :

Executive Summary :

Situasi :

  1. Tenaga spesialis tidak bersedia ditempatkan di daerah terpencil karena tidak memiliki fasilitas yang mencukupi.
  2. Tekanan dari tabel dan angka-angka yang didapatkan sebelumnya.
  3. Hanya menggunakan tenaga seadanya, seperti dukun desa untuk membantu pasien dalam melahirkan sehingga memiliki high risk terhadap kematian.

Rencana perubahan :

Kegiatan berupa :

  • Mampu melayani pasien melahirkan dengan reward penambahan gaji plus tunjangan.
  • Mampu melayani pasien melahirkan dengan reward penambahan gaji dan tunjangan plus bonus dari daerah
  • Tenaga spesialis tertarik dengan tawaran tersebut sehingga mereka bersedia ditempatkan di daerah terpencil untuk menangani pasien yang membutuhkan pertolongan dalam persalinan sehingga akan menekan angka kematian.
  • Biaya yang dibutuhkan diambil dari anggaran pemerintah daerah dengan menambah proporsi dalam bidang kesehatan.

Beberapa pertimbangan yang mendukung :

  1. Betapa pentingnya tenaga spesialis dalam menagani proses kelahiran, sehingga akan dapat menurunkan dan meminimalisir angka kematian ibu, sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan di Inodnesia.
  2. Pertolongan dalam proses kelahiran di Kabupaten X harus membutuhkan penanganan yang serius agar mampu melahirkan bayi-bayi yang sehat, sehingga akan menjadi generasi-generasi penerus dalam membangun daerah.

Tenaga Spesialis Tidak Bersedia Bekerja di Kabupaten X

Cara yang salah Cara yang lain 1 Cara yang lain 2
Planning Perekrutan tenaga yang sembarangan/ PNS/ KKN. Perekrutan sesuai dengan perjanjian sebelumnya/ kontrak kerja. Perjanjian beasiswa dengan putra daerah.
Organizing Lemahnya dan tidak berjalannya sistem organisasi di dalamnya karena penempatan posisi tidak sesuai dengan skill Penempatan sesuai dengan bidangnya / skill. Peningakatan SDM
Actuating Gajinya standar PNS Pusat Gaji daerah + tunjangan dari daerah Gaji daerah +tunjangan+ bonus
Controling Lemahnya bahkan tidak adanya pengawasan sama sekali Pengawas dari pihak pemerintah Tersedianya pengawas yang jujur dari pihak ketiga / lembaga swasta
Evaluation Evaluasi ada, dievaluasi oleh pihak yang tidak berkompeten, reportnya direkayasa Dievaluasi oleh pemerintah yang berkompeten di bidangnya dilakukan setiap semester. Evaluasi setiap CAWU

Narasi :

1. Betapa pentingnya tenaga spesialis dalam menagani proses kelahiran, sehingga akan dapat menurunkan dan meminimalisir angka kematian ibu serta dapat meningkatkan derajat kesehatan. Kurangnya tenaga tenaga spesialis dan bidan terampil sehingga menyebabkan angka kematian menjadi meningkat karena persalinan hanya dibantu dan ditangani oleh dukun tradisional. Banyak tenaga spesialis yang tidak bersedia untuk ditempatkan di daerah terpencil karena terbatasnya fasilitas-fasilitas yang ada di daerah tersebut.

2. Jika tenaga spesialis tetap ditugaskan di tempat terpencil maka akan memunculkan permasalahan baru, karena di perkotaan akan menjadi kekurangan tenaga spesialis. Seperti diketahui, bahwa penduduk di perkotaan lebih banyak dari pada penduduk di desa atau daerah terpencil, sehingga hal tersebut dianggap kurang efektif. Jika kita melihat dari perbandingan jumlah penduduk yang berdomisili, maka penduduk di perkotaan itulah yang lebih membutuhkan tenaga spesialis untuk menangani proses melahirkan.

3. Untuk mengatasi permasalahan kurang tenaga kesehatan, harus ada suatu tindak lanjut dengan menyediakan tenaga spesialis yang bermutu dan berkualitas, seperti menyewa tenaga spesialis dari pihak swasta sehingga akan mampu menangani seluruh pasien yang ada di daerah terpencil. Pada kenyataannya tenaga spesialis yang ada masih kurang dan tidak ingin ditempatkan di daerah terpencil.

Untuk tahap selanjutnya, maka dilakukan suatu perancangan project dengan menggunakan bantuan software Micrasoft Project Office. Untuk lebih jelasnya bisa diperhatikan pada gambar di bawah ini :

Update : Mohon maaf, untuk gambar perancangan project dengan menggunakan Microsoft Project Office telah saya hapus karena space hosting saya yang sangat terbatas.

Leave a Reply


3 + two =